Iwan juga meminta agar temuan adanya siswa atau guru yang positif di suatu seolah, tidak menunggu 5 persen hingga PTM dihentikan sementara. "Jika sudah ada yang positif, segara kembali ke pembelajaran jarak jauh," ujar dia.
Dia pun meminta agar sekolah yang menggelar PTM tidak mengabaikan terhadap protokol kesehatan. Prokes harus tetap diperketat, walaupun kasus cenderung landai.
"Kalau ada sekolah yang siswa atau gurunya positif, jangan ditutupi. Karena akan membuat was was orang tua," ucap Iwan.