Ratusan Emak-Emak Demo KPU dan Bawaslu Jabar, Protes Kecurangan Pemilu 2024

Agung Bakti Sarasa
Ratusan emak-emak demo di Kantor KPU Jawa Barat menolak kecurangan Pemilu 2024, Selasa (27/2/2024). (Foto: MPI)

BANDUNG, iNews.id - Ratusan emak-emak yang tergabung dalam Gerakan Aksi Ummat Melawan (Gaum) menggelar aksi demonstrasi di kantor KPU dan Bawaslu Jawa Barat, Selasa (27/2/2024).

Emak-emak yang datang dari beberapa kabupaten dan kota di Jabar ini meminta KPU dan Bawaslu membatalkan hasil real count calon presiden karena banyak kecurangan.

Berdasarkan pantauan, para emak-emak mulai melakukan aksi dari kantor KPU Jabar di Jalan Garut Nomor 11, Kacapiring, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. 

Setelah itu, masa melakukan longmars ke kantor Bawaslu Jabar, Jalan Turangga Nomor 25, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung. 

Emak-emak yang hadir dalam aksi ini turut membawa sepanduk bertuliskan protes hasil Pemilu 2024. Massa pun silih berganti menyampaikan orasinya.

Mereka juga meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dimakzulkan dari jabatannya karena telah cawe-cawe dalam Pemilu 2024, sekaligus membantu pasangan Prabowo-Gibran memperoleh suara banyak dengan cara curang.

Peserta aksi, Lilis Sartono mengatakan, dirinya mengikuti aksi karena melihat banyaknya kecurangan oleh para penyelenggaraan Pemilu 2024.

"Kami tadi sudah ke KPU untuk melaporkan kecurangan itu, dan tadi KPU menerima laporan kami," kata Lilis. 

Dia mendorong agar KPU tidak melanjutkan perhitungan surat suara dalam sistem Sirekap. Selain itu, meminta Bawaslu bisa menyelesaikan persoalan kecurangan yang telah banyak dilaporkan. 

"Tuntutan kami menolak curang hasil Pemilu terus meminta untuk memberhentikan Sirekap. Ini sebenarnya kita dari emak-emak, semua unsur dari semua kalangan yang masuk ke sini dan kita sama sama prihatin dengan Pemilu 2024 curang ini," tuturnya.

KPU Terima Aspirasi

Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni mengatakan, apa yang disampaikan oleh emak-emak itu merupakan bentuk aspirasi dalam perhelatan Pemilu 2024. 

"Kami menganggap ini adalah bentuk aspirasi yang harus kami terima. Karena salah satu dari prinsip Pemilu itu kan terbuka, jadi kami juga sangat menerima ketika ada aspirasi," ucap Ummi.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Demo Ricuh di Gedung Grahadi Surabaya, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

57 tahun lalu

Aksi Demo di Surabaya Ricuh, Massa Rusak Gedung Grahadi

57 tahun lalu

Viral Emak-Emak Seorang Diri Berani Rekam Lapak Diduga Bandar Sabu di Labura

57 tahun lalu

Ribuan Relawan SPPG Demo Kantor Gubernur NTB, Minta Program MBG Tetap Dilanjutkan

57 tahun lalu

Ratusan Warga Tunggulsari Kendal Demo di Kantor Bupati, Tolak Aktivitas Galian C

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal