Sementara itu, Polres Purwakarta masih menyelidiki untuk mengungkap motif di balik kejadian berdarah tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga sebelumnya terlibat transaksi cash on delivery (COD) pembelian celurit di wilayah Kabupaten Subang bersama tiga rekannya.
Seusai transaksi, korban dan rombongannya dalam perjalanan pulang melalui Jalan Raya Campaka. Di lokasi kejadian, mereka diduga dipepet oleh sekitar enam orang pelaku yang mengendarai sepeda motor.
Cekcok mulut sempat terjadi sebelum akhirnya situasi berubah menjadi aksi pembacokan. Ironisnya, korban diduga dibacok menggunakan celurit yang baru saja dibelinya.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara, mengatakan pihaknya telah mengantongi identitas para pelaku dan saat ini masih dalam pengejaran.
"Identitas para pelaku sudah kami kantongi dan saat ini masih dalam pengejaran. Motif kejadian juga masih kami dalami," ujar AKP I Made Purwantara.
Polisi juga masih mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti untuk memperjelas kronologi peristiwa tersebut secara utuh. Kasus ini kini masih ditangani Satreskrim Polres Purwakarta. Aparat mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku untuk segera melapor guna mempercepat proses pengungkapan kasus.