Air dari saluran tersebut turut dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan sehari-hari, seperti mencuci dan mandi. Karena itu, warga khawatir dugaan pencemaran dapat berdampak terhadap kualitas air yang digunakan masyarakat.
"Sering kayak gini, kalo orang bilang mah limbah cuma biasanya buangnya malam tapi ini mah siang," kata Eros Candra, salah satu warga yang ikut berburu ikan di lokasi.
Warga menyayangkan belum adanya langkah penanganan yang mereka anggap tegas terhadap persoalan tersebut. Mereka mendesak pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan untuk menyelidiki penyebab kematian ikan.
Warga juga meminta pengambilan sampel dan uji laboratorium terhadap air Saluran Irigasi Tarum Timur. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan penyebab kematian ikan sekaligus mengetahui kandungan air dan ada tidaknya pencemaran.
Hingga penyebab kematian ikan dipastikan melalui pemeriksaan, dugaan pencemaran limbah industri masih perlu dibuktikan melalui pengujian dan penyelidikan oleh instansi berwenang.