Chandra mengemukakan, limbah medis rumah sakit banyak jenisnya. Tapi yang terbanyak saat pandemi sekarang ini adalah masker, APD, jarum suntik, sarung tangan, dan lain-lain. "Total per Januari 2021 ini limbah medis di RSUP mencapai 2.329 kilogram," ujarnya.
Cara penanganan limbah medis di RSUP Bandung, tutur Chandra, sejak dari ruang perawatan telah dipilah, mana limbah medis dan nonmedis. Tempat sampah limbah medis Covid-19 itu khusus dengan kantung plastik warna kuning. Limbah dimasukkan ke dalam troli dan diangkut oleh petugas khusus.
"Sebelum diangkut oleh pihak ketiga ke TPS (tempat pembuangan sampah) pun dilakukan disinfeksi. Treatmentnya lebih ketat dibanding limbah medis biasa," tutur Chandra.
Menurut Chandra, limbah medis berupa masker, berbahaya jika tidak ditangani secara benar. Sebab masker merupakan tameng bagi manusia terhadap virus Corona ini.
"Yang menempel di masker, sudah tau kan apa, banyak, berbagai macam virus dan kuman. Itu bahayanya. Untuk lingkungan, kalau tidak dikelola akan menumpuk. Sedangkan ini (masker) untuk diurai akan memakan waktu lama," ucapnya.
Chandra memberikan tips menangani limbah masker sebelum dibuang agar aman bagi manusia dan lingkungan. Sebab saat ini banyak masyarakat yang menjalani isolasi mandiri di rumah dan atau di fasilitas kesehatan (faskes) dengan fasilitas belum memadai.
"Sebelum membuang masker, lakukan disinifeksi terlebih dulu. Bisa dengan cairan pemutih atau klorin. Ini untuk menyeterilisasi agar bersih dari virus," ujar Chandra.