Siaran Analog Dimatikan, Warga KBB Sedih Tidak Bisa Nonton TV

Adi Haryanto
Warga KBB sedih lantaran pemerintah mematikann siaran TV analog. (Foto: ILUSTRASI/Pixabay)

"Saya harus mendahulukan yang prioritas, karena belum ada uang untuk beli alat pemancar, jadi sementara gak bisa nonton (siaran televisi)," ujar Heri.

Keluhan yang sama disampaikan Riki (38), warga Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor. Dia dan keluarganya memilih berhenti nonton TV sementara. Selain harga STB mahal, banyak tetangganya yang sudah pakai STB saluran TV digitalnya masih belum terjangkau.

"Harga STB kan lumayan mahal, bisa sampai Rp300.000. Tapi tetangga saya ada yang sudah pasang, tetap siarannya gak ketangkap," kata Riki.

Riki meminta pemerintah agar migrasi siaran TV analog ke digital ini didukung oleh sarana dan prasarana yang baik. Juga bantuan STB harus merata dan menyasar masyarakat yang benar-benar kurang mampu.

"Bantuan itu jangan ada yang dapat dan ada yang tidak. Kasihan masyarakat yang ekonomi pas-pasan terus harus mengeluarkan uang buat beli STB," ujar Riki.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Waspadai Ancaman Bencana Sesar Lembang, BPBD KBB Pasang 15 Pendeteksi Gempa

57 tahun lalu

Ada 2 Versi Rekomendasi Kenaikan UMK KBB 2023, Buruh Meradang

57 tahun lalu

Kota Baru Walini KBB Segera Dibangun dengan Total Investasi Rp10 Triliun

57 tahun lalu

4 Bandit asal Maluku Pembobol SMKN 1 Cisarua KBB Ditembak Polisi

57 tahun lalu

Tebing Objek Wisata Curug Pelangi KBB Longsor Lagi seusai Diguyur Hujan Deras

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal