Tanggapi Arteria Dahlan, Bupati Majalengka: Pakai Bahasa Inggris Boleh, Kenapa Sunda Tidak?

Inin nastain
Bupati Majalengka Karna Sobahi. (Foto: Dokumentasi)

"Toh yang lain menggunakan bahasa Jawa biasa, Pak Presiden menggunakan bahasa Jawa dari zaman Pak Harto juga biasa, kan. Tidak menjadi persoalan. Menurut saya tidak harus terjadi (ungkapan Arteria itu)," tutur Bupati.

Karna menilai, ungkapan Arteria tersebut telah menyakiti masyarakat Sunda. Dia berharap, anggota DPR RI dari Fraksi PDI P itu segera menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf.

"Tentu kita sangat menyayangkan. Kalau menggunakan bahasa daerah lain dilarang digunakan kan menyinggung daerah lain. Ya orang Sunda terusik kan, tersinggung," ucap Karna Sobahi.

"Menggunakan bahasa Inggris aja boleh, kenapa Sunda nggak boleh. Mudah-mudahan dia segera mengklarifikasi itu, minta maaf juga," lanjut Karna yang juga ketua DPC PDI Majalengka itu.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Baliho "Arteria Dahlan Musuh Orang Sunda" di Tamansari Bandung telah Dicopot

57 tahun lalu

Ada Baliho "Arteria Dahlan Musuh Orang Sunda" di Jalan Tamansari Bandung

57 tahun lalu

Masyarakat Sunda Bereaksi terhadap Arteria Dahlan, Polda Jabar: Belum Ada Laporan

57 tahun lalu

Fokus Tuntaskan Kasus Herry Wirawan, Kajati Jabar Enggan Tanggapi Arteria Dahlan

57 tahun lalu

Polemik Arteria Dahlan, Ketua DPD PDIP Pastikan Bukan Kajati Jabar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal