Tongkang Rusak, Ribuan Ton Batu Bara Tumpang Penuhi Pantai Sukaresik Pangandaran

iNews TV
Kapal tongkang angkut ribuan ton batu bara tumpang di Pantai Pangandaran. (Foto: iNews)

PANGANDARAN, iNews.idKapal tongkang bermuatan ribuan ton batu bara rusak dan didamparkan di Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Peristiwa itu memicu pencemaran parah setelah muatannya tumpah ke laut dan merusak garis pantai. 

Tumpahan material hitam pekat tersebut kini dilaporkan telah meluas dan berserakan di sepanjang bibir pantai, mengancam ekosistem laut serta mata pencaharian nelayan lokal. 

Berdasarkan kronologi petaka lingkungan ini, kapal tongkang yang ditarik oleh Tugboat Titan 33 tersebut sebenarnya sedang berlayar membawa pasokan energi dari Palembang menuju Cilacap.

Namun di tengah jalan, kapal mengalami kendala besar yang memaksa kru mengambil tindakan darurat. Pada Selasa sore, kapal mengalami kerusakan teknis serius di tengah laut dan terancam tenggelam akibat terjangan gelombang Samudera Hindia. 

Kapal awalnya sempat didamparkan di kawasan wisata Pantai Batukaras. Rekaman video amatir warga memperlihatkan sejumlah nelayan mendatangi tugboat penarik dan mendesak agar kapal segera dipindahkan karena dinilai mengotori area wisata.

Kapal akhirnya digeser dan sengaja didamparkan di Pantai Sukaresik. Namun, posisi tongkang yang miring membuat ribuan ton batu bara perlahan tumpah ke laut setelah dihantam ombak besar. 

Dampak dari tumpahan ini sangat masif. Hamparan material batu bara hitam pekat dilaporkan membentang luas dari kawasan Pantai Sukaresik hingga mulai mengarah ke kawasan wisata Batu Hiu.

Polisi Gandeng DLHK Ambil Sampel Air

Merespons potensi kerusakan lingkungan yang makin meluas, Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Pangandaran langsung turun tangan ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan koordinasi teknis. 

Kasatpolair Polres Pangandaran, AKP Anang Tri mengatakan, 
tongkang yang ditarik Tugboat Titan 33 ini berlayar dari Palembang menuju Cilacap dan didamparkan pada Selasa sore, kemudian digeser ke Pantai Sukaresik. 

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pangandaran serta membawa sampel air dan material untuk uji laboratorium guna mengantisipasi potensi pencemaran lingkungan yang lebih luas," kata AKP Anang Tri, Kamis (18/6/2026).

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
3 bulan lalu

Kapal Nelayan Cirebon Tenggelam di Perairan Lampung Timur, 1 Tewas dan Nakhoda Hilang

3 bulan lalu

Kapal Yacht Australia Terdampar Tanpa Awak di Rote Ndao NTT, Warga Heboh

5 hari lalu

Jembatan Gantung Pangandaran Ambruk, KSAD Jenderal Maruli Minta Maaf

7 hari lalu

Batu Bara di Bawah Jalan Pantai Amal Tarakan Masih Membara, Akses Jalan Diputus

7 hari lalu

Dandim Pangandaran Ungkap Penyebab Jembatan Gantung Ambruk usai Diresmikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal