Warga Bandung Tolak Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu: Kami Sudah Dibebani Pajak!

iNews Network
Seorang warga menggalang donasi dalam program Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu yang diinisiasi Pemprov Jawa Barat. (Foto: ist)

BANDUNG, iNews.idWarga Kota Bandung menolak program Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu atau donasi Rp1.000 yang diinisiasi Pemprov Jabar. Mereka beralasan program yang bertujuan untuk membantu warga kurang mampu itu memberatkan.

Gerakan ini tertuang dalam surat edaran bernomor 149/PMD.03.04/KESRA yang diterbitkan pada 1 Oktober 2025. Surat tersebut juga ditujukan kepada bupati, wali kota se-Jawa Barat, dan Kantor Kementerian Agama Jawa Barat. 

Dalam surat edaran itu, Gubernur Dedi Mulyadi menekankan pentingnya nilai gotong royong, kesetiakawanan sosial, serta kearifan lokal sebagai dasar gerakan tersebut.

Gerakan ini mengajak aparatur sipil negara (ASN), siswa sekolah, dan masyarakat umum untuk menyisihkan donasi sebesar Rp 1.000 per hari guna membantu warga kurang mampu, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

Warga Kota Bandung Rivaldi (23) mengaku, tidak setuju dengan gerakan tersebut. Menurut dia, membantu orang tidak mampu seharusnya kewajiban pemerintah. 

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Donasi 1.000 Kacamata untuk Warga Jakarta Selatan

57 tahun lalu

Donasi Demo Tolak Tarif PBB 250 Persen di Pati Menggunung, Dari Malaysia hingga Arab

57 tahun lalu

Pemprov Jabar Segera Berlakukan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur: Untuk Bangun Jalan

57 tahun lalu

Aksi Peduli Sumatra, Bimas Islam Kemenag dan UIN Jakarta Himpun Rp2,8 Miliar

57 tahun lalu

Warga Nias Selatan Galang Donasi untuk Bocah Disiksa Keluarga, Terkumpul Rp25 Juta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal