Enih mengaku menjadi pedagang warung dadakan dengan modal Rp2 juta. Dari modal tersebut dia bisa menjual mi instan, minuman dingin dan kopi.
"Kebanyakan pemudik memang makan mi, minuman dingin dan kopi. Saya buka selama 24 jam selama mudik. Kalau arus balik saya pindah ke seberang jalan," katanya.
Menurut Enih, menjadi pedagang warung dadakan saat mudik mendapat untung lumayan. Setiap hari dia mendapat untung paling kecil Rp100.000.
"Kalau lagi ramai bisa mendapat untung sampai Rp500.000. Tapi ramainya paling selama 3 hari," ucapnya.