Saksi mata, Panji, mengatakan sebelum kejadian petugas pantai telah mengingatkan ketiga wisatawan agar menghentikan aktivitas berenang karena waktu sudah menjelang petang. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan.
"Korban yang hilang sempat terlihat melambaikan tangan meminta tolong, tetapi akhirnya tenggelam karena arus sangat kuat," ujarnya dikutip dari iNews Bandung Raya, Sabtu (18/7/2026).
Nelayan bernama Siswanto mengaku mendengar teriakan minta tolong saat hendak melaut. Ketika mendekati lokasi, dia melihat dua orang masih berada di permukaan air.
Siswanto kemudian berhasil mengevakuasi satu korban ke atas perahunya. Sementara korban lainnya sudah tidak terlihat.
Kasat Polairud Polres Pangandaran AKP M Anang Tri Sodikin mengatakan, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian setelah menerima laporan kejadian tersebut.
"Pencarian dilakukan di sepanjang Pantai Barat Pangandaran. Jika korban belum ditemukan, pencarian akan diperluas hingga ke tengah laut," ucapnya.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, PMI, Balawista, serta nelayan setempat. Petugas juga kembali mengimbau wisatawan agar berenang hanya di zona aman, mematuhi arahan petugas pantai, dan tidak berenang menjelang malam karena arus serta gelombang Pantai Selatan dapat berubah sewaktu-waktu dan membahayakan keselamatan.