1. Tradisi Ruwatan
Ruwatan merupakan salah satu tradisi yang cukup populer di Indonesia. Upacara adat dari Jawa Tengah ini merupakan sarana yang dilakukan untuk membebaskan atau menyucikan diri manusia dari dosa serta kesalahan yang pernah diperbuatnya.
Tradisi ruwatan masih dilestarikan hingga sekarang sebagai tradisi Jawa Tengah. Contohnya, di dataran tinggi Dieng Wonosobo, bagi anak-anak yang memiliki rambut ikal gimbal biasanya dianggap mirip dengan buto ijo sehingga harus diadakan upacara ruwatan. Hal ini dilakukan untuk mengusir hawa jahat serta hal-hal buruk yang dibawa oleh buto ijo.
2. Tradisi Wetonan
Wetonan dalam bahasa Jawa memiliki arti keluar. Namun, wetonan yang dimaksud di sini berhubungan dengan kelahiran orang. Tradisi wetonan merupakan upacara yang dilakukan guna menyambut bayi yang baru lahir. Tradisi wetonan supaya nantinya bayi tersebut terhindar dari bahaya dan bisa mendapatkan rezeki serta keberuntungan yang lebih.
3. Tradisi Tedak Siten
Tradisi Tedak Siten merupakan tradisi yang dilakukan oleh orang tua saat anaknya sudah menginjak usia tujuh bulan. Tradisi ini juga dikenal dengan nama upacara turun tanah karena bertujuan untuk mengenalkan kepada anak tanah yang dia pijak. Tradisi dilakukan di pagi hari sesuai dengan tanggal dan hari kelahiran anak. Tradisi tedak siten selalu dilengkapi dengan aneka kuliner yang disajikan seperti nasi kuning, jenang boro-boro, dan masih banyak lagi.
4. Tradisi Syawalan
Tradisi syawalan merupakan salah satu tradisi yang dilakukan selama tujuh hari setelah merayakan hari raya Idul Fitri. Masyarakat setempat menjuluki tradisi syawalan dengan nama tradisi lebaran ketupat karena tidak seperti daerah lainnya di Indonesia yang menyajikan ketupat pada saat hari raya Idul Fitri. Masyarakat Jawa Tengah justru menyajikan nasi kuning saat lebaran. Kuliner ketupat baru akan disajikan pada saat tradisi syawalan.