1.119 Pasangan di Batang Bercerai saat Pandemi Covid-19, Ekonomi Jadi Masalah Utama

Suryono Sukarno
Ilustrasi (Foto: Antara)

Panitera kantor Pengadilan Agama Kelas 1B Kabupaten Batang, Saifudin menjelaskan dalam satu sementer Januari-Juni tercatat 1.119 berkas perceraian sudah selesai dan diputus hakim pengadilan. Sebagian besar yang menjadi penyebab pemohon dengan gugatan perceraian faktor ekonomi.

Sejak new normal, ada peningkatan pendaftaran pengajuan gugat cerai sebanyak 80 berkas pemohon setiap harinya. Dalam sehari pengadilan agama menggelar 15 perkara persidangan.

"Per hari itu 15 perkara persidangan. Mayoritas mereka memang mengaku masalah ekonomi. Perselisihan terus menerus hingga suami yang tidak bertanggung jawab," ucap Saifudin.

Tidak hanya perceraian yang meningkat, pengajuan sidang dispensasi pernikahan dini juga melonjak. Banyak pasangan nikah muda atau belum memenuhi persyaratan menikah yakni usia 19 tahun.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Pria di Banyuwangi Diduga Bakar Al Quran, Aksinya Direkam dan Diunggah ke Medsos

1 bulan lalu

Sakit Hati Dicerai, Pria di PALI Bakar Rumah Mantan Istri hingga Rata dengan Tanah

2 bulan lalu

Viral! Kecewa Suami Selingkuh, Istri di Ponorogo Hancurkan Rumah dan Toko dengan Alat Berat

3 bulan lalu

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Dilaporkan Mantan Suami ke Polisi, Kasus Apa?

7 bulan lalu

Minibus Rombongan Seni Warok Masuk Jurang di Batang, 9 Orang Luka-luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal