Namun, sekitar pukul 17.00 WIB, keduanya sudah tidak terlihat di sekitar bawah Jembatan Kalibenda. Mereka diduga terpeleset, kemudian tercebur dan tenggelam di saluran irigasi.
Irigasi tersebut memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter. Kondisi air yang keruh menyulitkan warga menemukan kedua anak itu.
Warga sebelumnya telah melakukan pencarian secara mandiri sesaat setelah mereka dilaporkan hilang. Namun, hingga malam hari, kedua korban belum ditemukan.
“Warga sekitar sudah berupaya melakukan pencarian secara mandiri sesaat setelah kejadian. Namun karena cukup dalam dan airnya juga cukup keruh, hingga malam kedua korban belum ditemukan, akhirnya warga melaporkan kejadian ini ke kami,” katanya.
Operasi pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran irigasi dan memeriksa area yang diperkirakan menjadi lokasi kedua anak tercebur. Tim SAR gabungan juga melakukan penyelaman pada titik-titik yang lebih dalam. Pintu air irigasi telah ditutup sehingga arus di lokasi dilaporkan sudah berhenti.