Tidak tampak simbol-simbol partai politik maupun atribut kampanye pemilu pada kesempatan tersebut karena kegiatan ini murni silaturahim.
Selama bersilaturahim, putri dan cucu Soeharto lebih banyak mendengarkan petuah-petuah Mbah Moen.
Tidak hanya soal ilmu agama, Mbah Moen juga memiliki wawasan kebangsaan yang tinggi sehingga petuah yang disampaikan sangat bermanfaat, terlebih lagi bagi generasi muda karena bisa menjadi pondasi pemahaman tentang kebangsaan.
Sebelum meninggalkan Ponpes Al Anwar usai bersilaturahmi, rombongan putri dan cucu Soeharto berpamitan pada Mbah Moen dan menyalami beberapa santri.
"Kunjungan ini dalam rangka silaturahmi. Di dalam (ruangan) banyak ngobrol dengan beliau (KH Maimoen Zubair), banyak membahas tentang kebangsaan," ujar Mbak Tutut sebelum meninggalkan lokasi untuk menuju Kota Semarang guna melanjutnya agenda lainnya.