Aliansi Mahasiswa Jateng Gelar Aksi, Tolak Dinasti Politik dan Pelanggar HAM Berkuasa

Agung Bakti Sarasa
Aliansi Mahasiswa Jateng menolak pelaku pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pada rangkaian Reformasi 1998 berkuasa. (Foto: MPI) 

Jundan menyebut, banyak elite politik saat ini yang justru kongkalikong mengorupsi reformasi. Padahal, Reformasi 1998 yang menumbangkan penguasa tiran Orde Baru (Orba) dibayar dengan cucuran keringat, darah dan nyawa mahasiswa serta rakyat Indonesia.

"Gerakan ini murni gerakan moral karena mahasiswa muak dengan penguasa yang melanggengkan kekuasaan dengan cara-cara kotor, mengangkangi konstitusi dan sangat tidak beretika demi mempertahankan kuasa keluarga dan kelompoknya," ucapnya.

Jundan menegaskan, aksi ini murni berdasar pada gerakan moral mahasiswa sebagai agent of change untuk kebaikan nasib bangsa dan negara.

Menurutnya, sudah puluhan tahun sejak Reformasi 1998, tapi pelanggar HAM masih bebas berkeliaran tanpa diadili.

"Kami juga sangat resah, puluhan tahun sudah reformasi, tapi pelanggaran HAM tahun 1998 tidak kunjung diselesaikan. Ini akan menjadi preseden buruk demokrasi di Indonesia, terutama ranah penegakan hukum," katanya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
7 hari lalu

Kekeringan Landa 3 Daerah di Jateng, Lebih dari 20.000 KK Kekurangan Air Bersih

15 hari lalu

Kebakaran Lahan di Pinggir Tol Pejagan-Pemalang, Pengendara Diimbau Waspada

15 hari lalu

Perempuan Korban Jambret di Semarang Melawan, 3 Pelaku Diamuk Warga hingga Motor Dibakar

15 hari lalu

Kecelakaan Beruntun Truk Tangki Tabrak 2 Kendaraan di Magelang, 6 Orang Dilarikan ke RS

22 hari lalu

Ditusuk Tetangga saat Jogging, Kakek 65 Tahun di Sragen Tewas Mengenaskan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal