JAKARTA, iNews.id - Berjanji memang mudah dilakukan namun kadang sulit direalisasikan. Padahal, janji adalah utang. Karena itu, Muslim jika menjanjikan sesuatu atau berjanji akan mendatangi suatu acara hendaknya mengucapkan insyaallah. Sebab, manusia tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari karena hal itu merupakan sesuatu yang gaib dan hanya Allah lah yang berhak mengetahui-Nya.
Anjuran untuk mengucapkan kalimat insyaallah sudah termaktub dalam Alquran, yakni Surat Al Kahfi ayat 24:
وَلَا تَقُوْلَنَّ لِشَا۟يْءٍ اِنِّيْ فَاعِلٌ ذٰلِكَ غَدًاۙ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ ۖوَاذْكُرْ رَّبَّكَ اِذَا نَسِيْتَ وَقُلْ عَسٰٓى اَنْ يَّهْدِيَنِ رَبِّيْ لِاَقْرَبَ مِنْ هٰذَا رَشَدًا
Artinya: "Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu, "Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali (dengan menyebut), Insya Allah." Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa, dan katakanlah, "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.” (QS. Al Kahfi: 23-24).
Mufasir Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir seperti dinukil iNews.id dari quranpustaka.com menerangkan, bahwa dalam ayat tersebut Allah SWT memberi petunjuk kepada Rasul-Nya tentang etika bila hendak mengerjakan sesuatu yang telah ditekadkannya di masa mendatang. Hendaklah dia mengembalikan hal tersebut kepada kehendak Allah SWT, Zat yang mengetahui hal yang gaib. Zat Yang mengetahui apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi, dan yang mengetahui apa yang tidak akan terjadi, seandainya terjadi bagaimana akibatnya.