"Seluruh sapi yang disembelih di RPH Giwangan dinyatakan sehat meskipun ada beberapa sapi yang berasal dari Gunungkidul, tetapi bukan dari daerah yang diduga terjadi penularan antraks," ujarnya.
Dia menegaskan, sapi dari daerah yang diduga terkena antraks tidak boleh dijual ke daerah lain.
Selain memperketat pengawasan di RPH Giwangan, pihaknya melakukan pemantauan di tempat penggemukan sapi di Kecamatan Tegalrejo dan Kecamatan Kotagede.
BACA JUGA: Ganjar Bolehkan Warga Bangun Kerajaan, tapi dengan Syarat
"Lokasi peternakan, atau lebih tepatnya penggemukan sapi hanya ada di dua kecamatan itu. Total populasinya sekitar 150 ekor. Di lokasi tersebut, kami melakukan pengawasan sekaligus pengambilan sampel," katanya.
Dari pemantauan yang dilakukan, Sugeng memastikan seluruh sapi dalam kondisi sehat dan tidak ada hewan yang menunjukkan gejala terserang antraks atau penyakit lain.
"Biasanya, sapi yang terserang antraks mengalami demam tinggi," ucapnya