Antisipasi Erupsi Freatik-Magmatik Gunung Slamet, Ini Rekomendasi PVMBG

Kastolani Marzuki
Asap putih setinggi 100-200 meter di puncak Gunung Slamet terlihat dari Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. (Foto: Dok.Pos PGA Slamet)

Gunung Slamet, yang merupakan gunung stratovulkanik dengan ketinggian 3.432 meter di atas permukaan laut (mdpl), secara administratif berada di lima kabupaten: Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Purbalingga. Pemantauan aktivitas gunung ini dilakukan secara visual dan instrumental dari PPGA Gambuhan, Pemalang.

Peningkatan terakhir aktivitas vulkanik Gunung Slamet tercatat pada Maret hingga September 2014, yang diikuti letusan tipe strombolian berupa lontaran material pijar dan abu vulkanik di sekitar kawah. Aktivitas serupa kembali terdeteksi pada akhir 2023, sehingga sejak 19 Oktober 2023 status Gunung Slamet dinaikkan ke Level II (Waspada).

PVMBG mengingatkan masyarakat dan pendaki untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya erupsi. Masyarakat diimbau mengikuti arahan dari pihak berwenang untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
1 hari lalu

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Sore Ini, Abu Tebal Menjulang 700 Meter

3 hari lalu

Gunung Semeru Meletus Pagi Ini, Kolom Abu Tebal Menjulang Setinggi 700 Meter

4 hari lalu

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Abu Tebal Menjulang Setinggi 1,2 Km

4 hari lalu

Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi 11 Kali, Kolom Abu 1.000 Meter

4 hari lalu

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Tebal Membubung 1.000 Meter

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal