“Awal mula poin saya unggul 9 karena kena potongan 10 itu jadi poinnya terbalik, saya tertinggal satu poin. Di situ saya mau kejar poin, tapi dari pesilat Malaysia melakukan penundaan dengan cara mengulur waktu. Saya serang, dia ke luar arena permainan. Itu terjadi dua kali. Hingga waktu habis, tetap begitu poinnya,” ucapnya.
Kendati demikian, Mustakim tetap bersyukur atas raihannya. Pada SEA Games 2019 di Filipina, Mustakim juga mempersembahkan medali perak untuk Indonesia.
Perjalanan Mustakim hingga terpilih memperkuat tim pencak silat Indonesia di SEA Games cukup panjang. Pada 2021 lalu Mustakim menyabet emas di PON XX Papua. Menjadi juara PON tidak lantas menjadikan Mustakim menjadi wakil Indonesia.
Mahasiswa asal Kabupaten Klaten ini harus mengikuti seleksi khusus dengan atlet nasional lainnya. Pada seleksi khusus yang digelar pada Desember 2021, Mustakim menang dan akhirnya dipilih sebagai wakil Indonesia di SEA Games 2021.
Setelah terpilih, Mustakim menjalani pemusatan latihan di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta. Dia melakukan karantina selama lima bulan sebelum bertanding di Vietnam.