“Kami menggunakan alat 3D laser scanner untuk memvisualisasikan tempat kejadian kecelakan dalam bentuk animasi. Dari hasil ini akan diketahui berapa kecepatan truk saat menabrak,” kata Agung Aris.
Selain menggunakan alat animasi, kata dia, Ditlantas Polda Jateng juga akan memeriksa berat muatan truk apakah sesuai berat yang diizinkan sesuai aturan atau tidak. Pengujian berat muatan truk akan dilakukan oleh tim Dishub.
Menurut Agung, pertimbangan itu dilakukan karena saat kejadian serupa beberapa bulan lalu yang menewaskan dua belas orang truk dinyatakan melebihi muatan.