Bom Bunuh Diri di Makassar, Pengamat Terorisme: Pesan Solidaritas Jaringan Teroris

Taufik Budi
Api masih berkobar di sekitar motor yang hangus terbakar di Gereja Katedral Makassar. (Foto: Istimewa)

SEMARANG, iNews.id - Ledakan bom mengguncang di kawasan Gereja KatedralMakassar Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). Aksi tersebut dinilai membawa pesan solidaritas setelah polisi gencar melakukan penangkapan sejumlah terduga teroris.

Pengamat terorisme, Najahan Musyafak mengatakan, ledakan bom yang terjadi sekitar pukul 10.28 WITA itu tak lepas dari kasus-kasus sebelumnya. Terlebih, sejak awal tahun   ini Densus 88 Antiteror Mabes Polri terus memburu jaringan-jaringan teroris.

"Kita ini tidak bisa melihat satu masalah itu menjadi single accident, tetapi kita harus meruntut meskipun hari ini belum ketahuan siapa (pelaku)," kata Najahan.

"Tetapi kalau kita lihat rentetan peristiwa di bulan ini bahkan mulai awal tahun, mulai ada penangkapan-penangkapan di antaranya Surabaya, terus di Medan, kemudian di Makassar terjadi pengeboman," katanya.

Menurutnya, pelaku pengeboman dengan sejumlah terduga teroris yang ditangkap tak selalu saling mengenal. Namun, mereka terikat dalam satu ideologi yang sama untuk menegakkan khilafah.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kebakaran di Permukiman Padat Makassar, 10 Rumah Ludes Dilalap Api

57 tahun lalu

Pencarian Korban Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Ditutup, 6 Tewas

57 tahun lalu

Kasus Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, Polisi Periksa 28 Saksi

57 tahun lalu

Update Ledakan di Biak Papua, Sudah 34 Potongan Tubuh Ditemukan di TKP

57 tahun lalu

Update Ledakan Bom Sisa Perang di Biak, SAR dan Gegana Temukan 32 Potongan Tubuh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal