Bom Bunuh Diri di Makassar, Pengamat Terorisme: Pesan Solidaritas Jaringan Teroris

Taufik Budi
Api masih berkobar di sekitar motor yang hangus terbakar di Gereja Katedral Makassar. (Foto: Istimewa)

"Secara person mungkin tidak ada kaitannya, bisa jadi tidak kenal tapi yang menyatukan mereka ideologi. Yang menyatukan mereka berada dalam satu ideologi yang sama," ujarnya.

Dia juga mencatat, kasus pengeboman di kawasan gereja bukan terjadi pertama kali. Setiap kasus pengeboman kerap terjadi setelah polisi melakukan penangkapan terhadap para terduga teroris.

"Ideologi pengeboman terhadap gereja itu tidak ada bedanya dengan dulu, misalnya di Kepunton, Surabaya, kemudian Jakarta, Riau. Dilihat dari sisi sasaran itu sama, gereja. Ideologi yang mereka anut itu sama," ujarnya.

"Pesannya di antaranya adalah solidaritas kemudian menunjukkan mereka masih eksis. Eksistensi itu sebenarnya sudah lama juga. Karena namanya pengeboman itu ada perencanaan, ada persiapan, kemudian ada orang yang terlibat kemudian ada orientasi medan ini juga memerlukan waktu yang lama," katanya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kebakaran di Permukiman Padat Makassar, 10 Rumah Ludes Dilalap Api

57 tahun lalu

Pencarian Korban Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Ditutup, 6 Tewas

57 tahun lalu

Kasus Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, Polisi Periksa 28 Saksi

57 tahun lalu

Update Ledakan di Biak Papua, Sudah 34 Potongan Tubuh Ditemukan di TKP

57 tahun lalu

Update Ledakan Bom Sisa Perang di Biak, SAR dan Gegana Temukan 32 Potongan Tubuh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal