Zona kuning lainnya di Desa Semanu dan Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu. Masing-masing 825 ekor sapi dan 1.805 ekor kambing di Semanu. Kemudian 552 ekor sapi serta 759 ekor kambing di Ngeposari.
"Setelah antibiotik, dua minggu kemudian baru diberi vaksin. Setelah dua puluh hari dari pemberian vaksin, hewan baru boleh keluar dari lokasi endemis," kata Bambang.
BACA JUGA: Antisipasi Antraks, Pemkot Yogyakarta Perketat Kesehatan Sapi di RPH Giwangan
Dia mengungkapkan, pihaknya juga mengajukan anggaran vaksin, obat-obatan, alat pelindung diri, termasuk komunikasi informasi dan edukasi (KIE). Selain itu mengatur lalu lintas ternak untuk mencegah hewan di lokasi endemik tidak keluar untuk sementara waktu.
"Jadi dari data kami sejak Desember, yang terpapar hanya di Dusun Ngrejek," kata Bambang.
Dia menegaskan, instansi yang dipimpinnya juga akan membangun kolam pembersihan yang berisi disinfektan di dua pasar hewan besar, yakni Siyono dan Semanu. Harapannya, adanya kolam ini bisa meminimalisasi penyebaran bakteri antraks dan penyakit hewan lainnya.
"Kami sedang menyusun anggaran vaksin, nanti diajukan. Termasuk susun kebutuhan anggaran pembangunan kolam pembersihan di pasar hewan," ujarnya.