Cegah Risiko Infeksi Hingga Tumor, Dokter Hewan Imbau Pemilik Perhatikan Prosedur Sterilisasi Anabul

Tim iNews
Masyarakat yang ingin memelihara hewan atau anabul diimbau memerhatikan prosedur sterilisasi hewan. (Foto: ist)

SEMARANG, iNews.id – Keputusan melakukan sterilisasi pada hewan peliharaan (anabul) seperti kucing dan anjing bukanlah tindakan yang bisa diambil sekadar mengikuti tren atau tergiur harga murah. Pemilik wajib memperhatikan kondisi kesehatan hewan, legalitas dokter, hingga perawatan pascaoperasi.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat V, drh Mirjawal. Ia mengimbau pemilik hewan untuk betul-betul memastikan tempat dan tenaga medis yang menangani anabul mereka.

"Yang paling penting pilihlah tempat yang memenuhi standar. Pilihlah dokter hewan yang memiliki Surat Izin Praktik (SIP). Jangan sampai kita menyerahkan hewan kepada orang yang tidak pernah kita ketahui," ujar drh. Mirjawal di Semarang, Selasa (25/8/2026). 

Mirjawal menjelaskan, sterilisasi dengan prosedur medis yang tepat terbukti meningkatkan harapan dan kualitas hidup hewan. Pada anabul betina, tindakan ini mencegah infeksi rahim (pyometra), penyakit ovarium, serta menekan risiko tumor kelenjar susu.

Sementara pada hewan jantan, kastrasi menghilangkan risiko kanker testis dan menekan gangguan prostat. Selain itu, sterilisasi efektif mengurangi perilaku agresif, dorongan menandai wilayah dengan urine (spraying), hingga risiko tersesat atau kecelakaan akibat kabur mencari pasangan.

5 Hal Wajib Diperhatikan Sebelum Steril Hewan

Sebelum membawa hewan peliharaan untuk menjalani tindakan sterilisasi, pemilik wajib memperhatikan lima panduan utama berikut:

1. Pastikan Kondisi Kesehatan Hewan Prima

Sterilisasi merupakan tindakan operasi yang menggunakan prosedur anestesi (pembiusan). Dokter hewan wajib memeriksa fisik hewan terlebih dahulu untuk menilai kesiapan tubuhnya sebelum dioperasi.

2. Pastikan Dokter Hewan Memiliki Izin Praktik Resmi

Pemilik harus mengetahui kualifikasi dokter yang menangani hewannya. Pastikan fasilitas dan standar medis di klinik memenuhi prosedur perbankan medis yang aman.

3. Patuhi Instruksi Puasa Sebelum Operasi

Aturan puasa wajib diikuti untuk mencegah hewan muntah saat dalam pengaruh anestesi. Jika muntahan masuk ke saluran pernapasan (aspirasi), hal tersebut dapat memicu kesulitan bernapas yang berakibat fatal.

4. Jangan Tergiur Harga Murah

Mengingat sterilisasi adalah tindakan medis, pertimbangan utama harus berfokus pada keselamatan hewan. Pemilik wajib memperhitungkan kualitas anestesi, pemantauan selama operasi, hingga penanganan kondisi darurat.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
12 bulan lalu

Viral Sherina Munaf Rescue Kucing Uya Kuya, Kondisi Anabul Jadi Sorotan

3 tahun lalu

6 Jenis Makanan Kucing Sehat dan Berkualitas, Ikan Tuna Bikin Anabul Pintar dan Kuat

1 tahun lalu

Fakta Kucing Jantan 3 Warna: Keunikan, Genetika dan Mitos di Baliknya

2 tahun lalu

Anjing Liar di Bali Akan Ditangkap dan Disuntik Mati, Netizen: Karma is Real

2 tahun lalu

Dokter Chlara Anak Kabag Ops Polres Batu Hilang 2 Hari, Ditemukan di Bandung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal