SEMARANG, iNews.id - Perhelatan Pilkada Serentak 2020 tinggal menghitung hari hingga pencoblosan 9 Desember. Masih banyak masyarakat yang khawatir pesta demokrasi itu bakal terjadi klaster baru penyebaran Covid-19.
Epidemiolog Universitas Negeri Semarang (Unnes) Dr. dr. Mahalul Azam, M.Kes mengatakan, tes kesehatan idealnya tak hanya menyasar penyelenggara Pilkada. Masyarakat yang hendak menggunakan hak pilih juga dinilai perlu melakukan tes kesehatan.
"Yang ideal tentu dua-duanya (petugas dan pemilih) harus dites, artinya memastikan bahwa baik petugas maupun yang datang itu sama-sama tidak terinfeksi," kata dr Azam, Selasa (1/12/2020).
"Pemeriksaan rapid itu juga ada kelemahan, tapi kalau kita bicara konteks ideal ya memang harus di-swab semua," ujar Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes itu.
Dia mengatakan, perhelatan Pilkada memunculkan potensi masyarakat untuk berkerumun terutama saat hendak menggunakan hak pilih. Selain itu, juga akan terjadi kontak antara petugas dan pemilih ketika tiba di tempat pemungutan suara (TPS).