Covid-19 Hantui Pilkada, Epidemiolog Unnes Sebut Pemilih Perlu Swab Test

Taufik Budi
Tenaga kesehatan saat melakukan pengambilan sampel swab test. (Foto: iNews/Ahmad Ridwan Nasution)

"Potensi kerumunan dan kontak antara petugas dengan pemilih itu tidak bisa terkontrol. Oke, mungkin bisa terkontrol tapi dengan jaga jarak karena banyaknya orang bisa jadi luput untuk pengendalian," ujarnya.

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes itu juga menyampaikan pelaksanaan swab test bagi penyelenggara Pilkada maupun pemilih bakal menguras banyak anggaran. Sehingga bila tak dapat dilaksanakan swab test bagi penyelenggara dan pemilih, maka perlu penerapan protokol kesehatan sangat ketat.

"Idealnya itu (swab test bagi penyelenggara dan pemilih). Tapi kalau bicara visibilitas perspektif kemampuan pelaksanaan, dengan budget anggaran dan seterusnya, mungkin rapid test atau swab digantikan dengan aspek lain. Di antaranya jaga jarak, masker dobel dengan face shield, dan cuci tangan," ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polisi Gelar Olah TKP Kecelakaan Maut Mahasiswa UNNES usai Demo

57 tahun lalu

Kritis Sebelum Tewas, Mahasiswa Unnes Sempat Mengigau: Ampun Pak Jangan Pukuli Saya Lagi

57 tahun lalu

Ramai Mahasiswa Unnes Tewas Usai Demo, Polda Jateng Sebut karena Kecelakaan

57 tahun lalu

Tewas Usai Demo, Mahasiswa Unnes Iko Juliant Sempat Pamit kepada Ibu Berangkat ke Kampus

57 tahun lalu

Mahasiswa Unnes Tewas Mengenaskan Usai Demo, Babak Belur dan Limpa Rusak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal