Taryo menjelaskan bahwa pencarian melibatkan BPBD, aparat kecamatan, relawan, TNI, dan Polri.
“Upaya penanganan kami fokus pada pencarian dan penyelamatan korban, penanganan medis untuk yang luka ringan, serta pemetaan rumah yang terdampak dan terancam. Potensi longsor susulan masih ada, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk menghindari lereng dan lokasi berisiko,” katanya.
Ia menambahkan pencarian dilakukan secara manual karena kondisi medan yang labil. Penanganan darurat juga meliputi kaji cepat dan koordinasi lintas instansi. Taryo memastikan operasi pencarian akan terus berjalan hingga seluruh korban ditemukan.
Proses pencarian 21 korban hilang dalam bencana longsor Cilacap oleh tim gabungan di Desa Cibeunying. (Foto: BNPB)