Dampak Corona, 2.869 Buruh di Jateng Kena PHK dan 454 Dirumahkan Tanpa Upah

Ahmad Antoni
Sindonews
Ilustrasi pemutusan hubungan kerja (PHK). (Foto: Sindonews)

SEMARANG, iNews.id - Sektor perekonomian di Jawa Tengah mulai terimbas wabah virus corona. Data yang diperoleh, ada sebanyak 2.869 buruh mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan 454 dirumahkan tanpa upah hingga Jumat (3/4/2020).

Pemprov Jateng telah menyiapkan jaring pengaman ekonomi untuk melindungi para karyawan yang terkena PHK dan dirumahkan. Selain itu, mereka juga berkesempatan menerima bantuan lewat Kartu Prakerja.

"Pemprov Jateng telah menyiapkan Rp1,4 triliun untuk penanganan Covid-19 dan sekitar Rp1 triliun untuk jaring pengaman ekonomi," ujar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Sabtu (4/4/2020).

Dia menyampaikan, masyarakat khususnya buruh yang terkena PHK maupun yang dirumahkan juga bakal mendapat sokongan bantuan lewat Kartu Prakerja. Teknisnya, awal ini kartunya bakal diluncurkan.

"Pemerintah pusat telah menyiapkan program untuk meng-cover temen-temen melalui Kartu Prakerja. Silakan nanti teman-teman bisa mendaftar," kata Ganjar.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
15 hari lalu

Perempuan Tanpa Identitas Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta Api di Kendal

16 hari lalu

Update Kebakaran Rumah di Semarang, 2 Balita Sempat Dirawat Akhirnya Meninggal

17 hari lalu

Kecelakaan Maut di Cilacap, 1 Orang Tewas 1 Luka-Luka

24 hari lalu

BNPB: Kekeringan Landa Klaten Jateng Berdampak ke 12.946 Warga

1 bulan lalu

Tragis! Lansia 92 Tahun Tewas dalam Kebakaran Rumah di Purworejo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal