BANJARNEGARA, iNews.id – Dataran tinggi Dieng kembali membeku selama dua hari, Senin-Selasa (25-26/7/2022). Dieng yang berada di perbatasan Kabupaten Banjarnegara dengan Wonosobo itu kembali muncul embun es atau embun beku dengan suhu di bawah 1,25 derajat celsius.
Fenomena suhu udara dingin sebetulnya merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau pada Juli -September.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang Sutikno embun upas atau bun upas menurut penduduk Dieng adalah embun racun. Fenomena ini ketika suhu menjadi sejuk, lantas turunlah embun-embun yang dingin lagi beku.
“Dinamai upas karena memang efeknya membuat tanaman mati tersiakan. Kerusakan tersebut tidak dapat dihindari jika embun beku tiba lebih awal sebelum masa panen. Selain memberikan dampak negatif, embun beku dieng juga ternyata mendatangkan dampak positif lainnya,” katanya, Rabu (27/6/2022).
Beberapa faktor yang mungkin berperan terbentuknya embun beku yang didahului suhu dingin ekstrem di Dieng antara lain adalah gerak semu matahari, intrusi suhu dingin dan laju penurunan suhu terhadap ketinggian.