Ketua RT setempat Imam Taufik mengungkapkan, selama ini EW dikenal bergaul baik dengan warga. Korban bekerja bersam tetangganya dengan membantu membuat alat kesenian rebana.
Namun sudah seminggu korban tidak bekerja. Dia meninggalkan seorang anak yang berada di lampung dan istri sudah bercerai.
“Korban selama ini baik dan bergaul dengan warga. Setahu saya meninggalnya tidak ada masalah apa-apa. Saya saja kaget,” katanya.
Menurut keterangan keluarga, korban mempunyai gangguan kejiwaan. Bahkan sampai saat ini masih berobat jalan. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak akan mencari penyebab kematian korban lewat jalur hukum dan menolak untuk autopsi.