“Survei di tahun 2010 terdapat 4.537 pasien patah tulang di RS Orthopedi Prof Soeharso Surakarta,” ujar Joko di sela-sela acara Roadshow LPPM UNS, Kamis (12/9/2019).
Karena itu, Joko dan tim ingin mengembangkan bone graft yang terbuat dari bahan xenograft atau dari tulang sapi. Tulang sapi diambil dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jagalan, Solo.
Cara membuatnya yaitu dengan pemilihan bahan berupa tulang sapi yang masih segar. Kemudian proses demineralisasi dan deproteinisasi yaitu proses menghilangkan kandungan mineral dan protein.
Hal ini dilakukan dengan cara tulang dijemur matahari kemudian direbus dengan air mendidih sebanyak tiga kali. Kemudian tulang dipotong menjadi bagian kecil-kecil dengan ukuran 10 x 10 x 10 mm.
Setelah itu, dipanaskan pada oven hingga suhu 1.200 derajat Celcius ditahan selama 2 jam serta dilakukan proses sterilisasi bahan.