DPRD Rembang Kritik Sistem Pembayaran Produk UMKM di Toko Modern

Musyafa
Anggota Komisi II DPRD Rembang Agus Sutrisno. Foto: iNews/Musyafa Musa.

REMBANG, iNews.id - Anggota Komisi II DPRD Rembang Agus Sutrisno melontarkan kritik terkait sistem pembayaran produk UMKM yang dipasarkan di toko modern. Barang dibayar setelah laku terjual dinilai memberatkan pelaku UMKM. 

“Secara prinsip saya mendukung perluasan pemasaran. Namun yang sering dikeluhkan adalah pelaku UMKM menitipkan barang dulu, kalau laku baru dibayar. Sistem ini ibaratnya seperti UMKM yang memodali pengusaha besar,” kata Agus Sutrisno, Jumat (16/4/2021). 

Dirinya berharap ada mekanisme yang lebih baik. Begitu UMKM menyerahkan barang dan ada kwitansi, pembayaran bisa langsung dilunasi. Sebab modal UMKM pas-pasan, sehingga bisa mempercepat perputaran uang mereka.

Tidak hanya menyasar toko modern, Pemkab Rembang semestinya lebih intensif membantu membangun jaringan dan membuka kanal-kanal pemasaran. Dicontohkan, sektor pariwisata di Rembang mulai menggeliat. Namun untuk membeli oleh-oleh khas Rembang yang terpusat masih susah.

“Ini bisa menjadi peluang bagi produk UMKM. Di daerah lain, Pemkabnya sudah memfasilitasi tempat pemasaran yang langsung kepada pembeli. Rembang saya kira bisa meniru, “ katanya. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dinas Koperasi UKMP Badung Gelar Jumat Ceria, Pasarkan Produk UMKM Lokal

57 tahun lalu

Diskop UKMP Badung Gelar Jumat Ceria bersama Pelaku UMKM

57 tahun lalu

Sambut HUT ke-79 RI, Diskop UKMP Badung Gelar Jumat Ceria bersama UMKM

57 tahun lalu

Diskop UKMP Badung Resmi Buka Badung UMKM Week 2024 Batch I

57 tahun lalu

Menuju Badung UMKM Week, Diskop UKMP Kurasi Produk-produk UMKM

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal