Sebagai Ketua III Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Boyolali, Wiwis menjelaskan telah mempertimbangan bangunan rusunawa sebagai RS darurat. Dia memastikan warga sekitar juga tidak sembarang mengakses lokasi tersebut.
"Kami memastikan akan menjaga keamanan dan kenyamanan warga sekitar dengan pemberian pagar setinggi tiga meter di areal RS darurat itu," katanya.
Hingga saat ini Boyolali masih zero kasus Covid-19, namun pasien dalam pengawasan terdapat 8 orang dan orang dalam pemantauan ada 274.