Selain memberikan ruang bagi pelaku UKM berjualan secara virtual, gelaran UVO 2021 juga menjadi momentum pelaku UKM belajar terkait usahanya. Sebab di acara itu, ada banyak kegiatan yang berkaitan dengan pelatihan, permodalan hingga kemudahan ekspor impor bagi pelaku UKM.
"Misalnya Bea Cukai tadi mengatakan banyak fasilitas untuk ekspor impor. Bahkan komponen impor untuk kebutuhan ekspor tadi disampaikan tidak dikenakan biaya masuk. Ini kan banyak yang belum tahu, termasuk pengalaman lain seperti izin usaha, platform penjualan digital seperti UMKMMu yang dibuat OJK, pendampingan dan bantuan modal dari Bank Indonesia dan Bank Jateng," ujar dia.
Selain itu, acara UVO 2021 lanjut Ganjar juga bisa dijadikan ajang belajar para pelaku UKM di Jawa Tengah. Dirinya mencontohkan, mereka yang ikut acara itu rata-rata kualitas produknya lebih baik dan memiliki nilai jual tinggi.
Ia mencontohkan, ada pelaku UKM yang sebelum mendapatkan pelatihan dan mengikuti ajang UVO tahun lalu, produknya hanya dibungkus plastik biasa. Namun setelah mendapat pendampingan dan pelatihan, packaging produknya menjadi lebih baik dan mampu mendongkrak harga serta jumlah penjualan.
"Misalnya tadi lanting, sebelum dapat pelatihan bungkusnya biasa, isinya banyak dan harganya murah, cuma Rp7000. Tapi setelah dapat pelatihan, packaging jadi lebih bagus, isinya lebih sedikit dan harganya jadi Rp20.000. Ini kan menarik, maka cara-cara semacam ini harus terus ditingkatkan," katanya.