Gunungkidul Ditetapkan Status KLB Antraks, Warga Jateng-Jatim Diminta Waspada

Suharjono
Petugas kesehatan hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, DIY, mengubur bangkai sapi antisipasi kasus antraks. (Foto: Antara/Sutarmi)

Anung juga sudah mendapatkan informasi penanganan antraks yang sudah dilakukan. Kemenkes akan memberikan melakukan program peningkatan pengetahuan dokter untuk mendiagnosa pasien antraks.

"Ini kami respons dan segera akan kita lakukan pelatihan. Karena tidak semua dokter menemui kasus antraks ini. Maka harus dilatih mendiagnosa lebih detail," tutur Anung.

Yang tak kalah penting adalah memantau kesehatan hewan. Setiap ternak harus menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk ketika masuk rumah pemotongan hewan. Karena spora antraks mampu bertahan lama dalam segala cuaca, maka penting dilihat kandang, pakan, dan pasarnya. Setelah itu bagaimana pengolahan daging.

"Warning ini bukan hanya untuk Gunungkidul, tapi juga Jatim dan Jateng yang sudah ada laporan antraks sebelumnya," katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
7 tahun lalu

Cegah Virus Antraks Meluas, 15.000 Vaksin Disebar ke Desa-Desa di Gunungkidul

7 tahun lalu

27 Warga Gunungkidul Positif Antraks

24 jam lalu

Anggota DPR asal DIY Gandung Pardiman Meninggal Dunia, Dimakamkan di Gunungkidul

1 bulan lalu

Hadapi Lonjakan Kasus Influenza A, Kemenkes Siagakan Labkesda dan Faskes

3 bulan lalu

22 RSUD Naik Kelas Jadi Lebih Modern, Layanan Kesehatan Masyarakat Kian Dekat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal