Harga Kedelai Masih Tinggi, 20 Persen Perajin Tahu Tempe di Kendal Berhenti Produksi

Eddie Prayitno
Tempe yang diproduksi perajin di Kabupaten Kendal. (Foto: Eddie Prayitno/iNews)

KENDAL, iNews.id - Sekitar 20 persen perajintahu dan tempe di Kabupaten Kendal berhenti berproduksi menyusul harga kedelai yang masih tinggi. Kedelai impor saat ini di atas Rp10.000 per kilogram yang membuat perajin makin terhimpit. 

Operasi pasar (OP) yang dilakukan pemerintah tidak berdampak  karena harga kedelai impor masih tinggi. Sebab OP kepada pedagang hanya dilaksanakan tiga kali. Sedangkan kebutuhan kedelai di Kabupaten Kendal mencapai 1.000 ton per bulan. 

“Sehingga harga kedelai masih tinggi, membuat sekitar 20 persen perajin tahu dan tempe memilih berhenti produksi,” kata Rifai, Ketua Primer Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (Primkopti) Harum Kendal, Selasa (2/3/2021). 

Jika dipaksakan tetap berproduksi, keuntungan yang diraih sangat tipis. Perajin tidak mungkin menaikan harga jual produksinya. Sementara OP hanya menyiapkan 100 kilogram. Sehingga tidak seimbang dengan kebutuhan.  

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kendal, Alfebian mengatakan, selama ini Koperasi Harum bersama importir sudah mengadakan kerja sama. Sehingga kebutuhan kedelai untuk perajin masih bisa didapatkan dengan mudah. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
2 hari lalu

Gandeng Industri Garmen, Baznas Targetkan 50 Mustahik Kendal Tembus Pasar Kerja

2 hari lalu

Kebakaran Hebat di Permukiman Padat Kendal, Warga Panik Api Cepat Merambat

2 hari lalu

Pembagian 15.000 Ayam Petelur Gratis di Kendal Ricuh, Banyak Anak Terjepit

3 hari lalu

Tak Pulang Kerja hingga Petang, Operator Traktor di Kendal Ditemukan Tewas di Kebun Tebu

3 hari lalu

Peternak Merugi, 15.000 Ayam Dibagikan Gratis di Kendal hingga Jadi Rebutan Warga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal