Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Hebat di Permukiman Padat Kendal, Warga Panik Api Cepat Merambat
Advertisement . Scroll to see content

Gandeng Industri Garmen, Baznas Targetkan 50 Mustahik Kendal Tembus Pasar Kerja

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:34:00 WIB
Gandeng Industri Garmen, Baznas Targetkan 50 Mustahik Kendal Tembus Pasar Kerja
Baznas bersama Ruang Amal Indonesia menggelar program amal vokasi dan pelatihan kerja bagi 50 mustahik di Kendal. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

KENDAL, iNews.idBaznas bersama Ruang Amal Indonesia menggelar program amal vokasi berupa pelatihan menjahit skema operator garmen dan apparel serta pendampingan penempatan kerja industri. Kegiatan yang berlangsung pada 10–15 Agustus 2026 itu menyasar 50 mustahik di Kabupaten Kendal.

Pelatihan yang digelar di Gedung Aula KPRI Hikmah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal tersebut dibuka Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari dan dihadiri Wakil Ketua II Baznas Provinsi Jawa Tengah Zain Yusuf, CEO Ruang Amal Indonesia Slamet, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal, Ketua Baznas Kabupaten Kendal, sejumlah Kepala OPD, serta Tim Pelaksana Program Baznas.

Bupati Kendal mengapresiasi kolaborasi tersebut karena memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya kelompok dhuafa, untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh akses menuju dunia kerja.

“Pemerintah Kabupaten Kendal memberikan apresiasi atas kolaborasi antara Ruang Amal Indonesia, Baznas, dan Baznas Kabupaten Kendal yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Dyah Kartika Permanasari, Senin (10/8/2026).

Menurut Dyah, penguatan keterampilan kerja menjadi semakin penting seiring berkembangnya kawasan industri di Kendal, termasuk Kawasan Industri Kendal (KIK). Program vokasi diharapkan dapat membantu masyarakat lokal meningkatkan daya saing dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Wakil Ketua II Baznas Provinsi Jawa Tengah, HM Zain Yusuf menilai sinergi antara Baznas, lembaga amil zakat, pemerintah, dan dunia industri diperlukan agar pemberdayaan mustahik tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut hingga akses pekerjaan.

“Saya berpesan kepada seluruh penerima manfaat yang hari ini terpilih menjadi peserta untuk benar-benar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.

CEO Ruang Amal Indonesia Slamet mengatakan, program serupa sebelumnya telah dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Baznas dengan capaian 93,3 persen peserta diterima bekerja.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut