Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tempe di Brebes Terancam Bangkrut

Yunibar
Perajin di Kabupaten Brebes saat membuat tempe dengan bahan baku kedelai. (Foto: Yunibar/iNews)

Dalam sehari, biasanya memproduksi 25-30 kg tempe/hari. Namun kini, hanya mampu memproduksi 10-15 kg tempe/hari. Pengurus primer tempe dan tahu Indonesia (Primkopti) Kabupaten Brebes, Ahmad Sukeri menyebut, melonjaknya harga kedelai karena di tingkat suplayer sudah naik. 

Sehingga harga sampai ke perajin lebih dari Rp9.000/kg. Sebelum pandemi Covid-19, harga kedelai impor di pasaran hanya sekitar Rp7.500/kg. Saat ini, stok kedelai di gudang Primkopti Brebes juga kosong. “Saya memprediksi harga kedelai akan terus mengalami kenaikan,” kata Ahmad Sukeri. 

Pihaknya berharap pemerintah segera turun tangan menstabilkan harga kedelai yang terus melonjak. Sebab jika dibiarkan berlarut-larut, para perajin tempe bakal gulung tikar karena tidak mampu membeli bahan baku. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
13 hari lalu

Menyemai Energi Hijau di Tanah Tandus Brebes, Kaliandra dan Gamal jadi Biomassa Masa Depan

13 hari lalu

Kecelakaan Truk Tangki Tabrak Rumah Warga di Jalur Pantura Brebes, Diduga Sopir Mengantuk

24 hari lalu

Detik-Detik Gedung Badminton Hogwan Roboh di Brebes, 2 Anak dan 1 Lansia Tewas

24 hari lalu

Gedung Badminton Hogwan di Brebes Roboh, 3 Orang Tewas Tertimpa Reruntuhan

1 bulan lalu

Pendaki Remaja 16 Tahun Jatuh ke Kawah Gunung Slamet, Diduga Terpeleset saat Swafoto

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal