Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Kendal Kurangi Jumlah Produksi

Eddie Prayitno
Tempe yang diproduksi perajin di Kabupaten Kendal. (Foto: Eddie Prayitno/iNews)

KENDAL, iNews.id - Kenaikan harga kedelai membuat perajin tempe di Kabupaten Kendal mengurangi ukuran dan jumlah produksi. Mereka tidak berani menaikkan harga karena khawatir tidak laku.

“Selain jumlah produksi dikurangi, ukurannya juga ikut dikurangi,” kata Haji Tiban, perajin tempe di Desa Penaruban, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Rabu (6/1/2021). Diakuinya, kenaikan harga kedelai yang tembus Rp9.500 per kg membuat perajin kelimpungan. 

Sehingga salah satu cara untuk bertahan adalah mengurangi bahan baku, dan ukuran produksi. Tempe yang semula dijual Rp3.000 per biji, kini lebih tipis karena ukurannya dikurangi.

“Dulu dalam sehari, produksi bisa sampai 1 kwintal. Setelah harga kedelai naik, produksi tinggal 50 kg saja,” jelasnya.

Ketua Primer Kopti Harum, Weleri, Kendal, Rifai mengatakan, kenaikan harga kedelai mencapai Rp2.500 per kg. Harga yang sebelumnya dipatok Rp7.500 per kg, kini koperasi menjual Rp10.000 per kg.

“Kenaikan harga bahan baku terjadi sejak enam bulan terakhir. Semula Rp6.500 per kg dan terus naik,” jelas Rifai. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
14 hari lalu

Kronologi Anak Tiri Ditemukan Tewas Dianiaya Ayah di Kendal lalu Bunuh Diri

14 hari lalu

Polisi Dalami Motif Ayah Aniaya Anak Tiri hingga Tewas di Kendal lalu Bunuh Diri

15 hari lalu

Kendal Gempar! Ayah Ditemukan Gantung Diri, Anak Perempuan Tewas Telentang di Kamar

15 hari lalu

Perempuan Tanpa Identitas Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta Api di Kendal

20 hari lalu

Tradisi Weh-wehan Meriahkan Peringatan Maulid Nabi di Kendal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal