Namun karena riwayat tinggal dan menetapnya bukan di Kabupaten Tegal, pencatatan kasus Covid-19 dari adik EP tersebut dilakukan oleh Pemkot Semarang.
“Tambahan dua orang pasien Covid-19 asal Kabupaten Tegal hari ini adalah seorang ibu dan satu orang anaknya yang tinggal serumah di Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna,” kata Joko dalam keterangan persnya.
Joko menambahkan, pasien ST pertama kali masuk ke rumah sakit tanggal 30 Mei 2020 sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) dengan keluhan demam dan batuk. Sedangkan anaknya, EP, tidak memiliki gejala klinis Covid-19.
Hanya karena adiknya kemudian ditetapkan sebagai pasien Covid-19, maka EP pun menjalani rapid test dengan hasil reaktif yang dilanjutkan pemeriksaan swab dengan hasil positif.
“Menindaklanjuti kasus ini, kami pun segera berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Desa Pesarean dan Desa Pagiyanten. Hasil penelusuran tim kesehatan kami menemukan ada 10 kontak erat pasien di Desa Pagiyanten yang akan dilakukan rapid test dan isolasi mandiri,” katanya.
Joko menambahkan, saat ini pihaknya juga tengah mempersiapkan pelaksanaan program nasional rapid test massal dengan target 5.000 rapid test per satu juta penduduk atau sekitar 7.000 rapid test untuk wilayah Kabupaten Tegal.
“Pelaksanaan rapid test ini akan dilakukan secara acak pada sejumlah objek tempat berkerumunnya warga seperti di pasar, mal, supermarket, dan terminal dimana risiko penularannya tinggi, terutama yang belum menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin,” ujarnya.