Indahnya Toleransi di Semarang, Ratusan Warga Salami Umat Buddha yang Rayakan Waisak

Lurisa Lulu
Ratusan warga dari berbagai kalangan memberikan ucapan selamat kepada umat Buddha yang merayakan Waisak di Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. (Lurisa Lulu)

Sikap toleransi antar umat beragama ini merupakan tradisi yang telah di lakukan warga secara turun temurun. Ini bertujuan agar rasa kebersamaan dan saling mencintai terhadap sesama tetap terjaga.

“Ini sudah menjadi agenda rutin warga Desa Tekelan. Jadi setiap Waisak dari non Buddha mengucapkan selamat kepada umat Buddha,” kata Tugimin Hadiyanto, pengurus vihara.

Dengan dilestarikannya tradisi tersebut maka warga yang berbeda keyakinan bisa terus hidup rukun berdampingan tanpa sekalipun terpecah oleh konflik agama.

“Kegiatan ini sudah rutin untuk perayaan hari agama kita saling menjaga dan menjunjung tinggi toleransi baik Waisak, Natal ataupun Idul Fitri memang kegiatan budaya kami,” kata Kepala Dusun Tekelan, Supriyo.

“Tradisi ini sudah lumayan lama, sudah puluhan tahun yang selalu dilandasi dengan kebersamaan dan cinta kasih,” katanya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
7 hari lalu

Siswa SD di Ungaran Diduga jadi Korban Bullying Teman Kelas, Mimisan hingga Trauma

17 hari lalu

Perempuan Korban Jambret di Semarang Melawan, 3 Pelaku Diamuk Warga hingga Motor Dibakar

22 hari lalu

Aniaya Pedagang Cilok, 6 Anak Punk Babak Belur Dihajar Warga di Semarang

30 hari lalu

Kerangka Jenazah Mozza Axillia Tiba di Rumah Duka, Disambut Tangis Keluarga dan Pelayat

1 bulan lalu

Terungkap! Motif Pelaku Bunuh Mozza karena Cemburu, Jasad Dibuang di Tol Semarang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal