Kartini pertama adalah Moorisa. Dia merupakan pengembang mobil tanpa awak pengemudi. Menurut perempuan lulusan S1 Georgia Institute of Technology Atlanta dan S2 Columbia University ini, mobil tersebut bisa berkontribusi pada berkurangnya pemanasan global karena menghasilkan emisi karbon dioksida yang jauh lebih rendah.
Moorissa bersama timnya saat ini bahkan tengah memajukan sistem otomatisasi mobil tanpa pengemudi ini sampai pada level 4, yang berarti mobil akan sepenuhnya mandiri, meskipun masih menyediakan ruang kendali bagi pengendara.
Selain itu, kini ia dan timnya tengah mengembangkan teknologi kecerdasan buatan pada transportasi publik sehingga mobil otonom juga akan bermanfaat bagi masyarakat termasuk penyandang disabilitas. Keahlian yang dimiliki oleh Moorissa tidak banyak dimiliki orang lain.
Perempuan yang pernah bekerja di NASA dan Tesla ini pun berpesan kepada masyarakat terutama generasi muda Indonesia untuk terus memperluasan wawasan, bersikap positif, ikuti berbagai pelatihan yang meningkatkan kualitas diri serta senantiasa terbuka pada suatu yang baru agar tidak tertinggal oleh pergerakan zaman yang begitu cepat.
“Memiliki mentor juga sangat penting. Mentor akan menjadi bagian dari perjalanan hidup yang akan terus mendukung dan memberi pelajaran untuk kesuksesan," ujar dia dalam rilis yang diterima iNews.id, Rabu (20/4/2022).
Kemudian, ada juga Veronika yang berbagi kisahnya bekerja di perusahaan internasional, yakni Boeing.