Ini Catatan Sejarah Gempa Kuat dan Merusak di Salatiga, Ambarawa dan Banyubiru

Ahmad Antoni
Peta Seismisitas Sesar Merapi-Merbabu Periode Tahun 1960-Mei 2021. (foto: Dok BMKG)

“Semoga rentetan aktivitas gempa ini adalah swarm yang tidak muncul gempa besarnya. Dari segi sebaran temporal magnitudo-nya sudah bisa dikategorikan swarm,” katanya.

Swarm adalah serangkaian aktivitas gempa dengan magnitudo relatif kecil dengan frekuensi kejadiannya sangat tinggi dan berlangsung dalam waktu yang relatif lama di wilayah sangat lokal.

“Jika gempa pada umumnya terjadi karena aktivitas tektonik, gempa swarm justru terjadi karena proses kegunungapian (vulkanik). Gempa swarm yang dihasilkan karena aktivitas tektonik murni hanya sedikit,” ujarnya.

Sudaryono menjelaskan, gempa swarm tidak hanya berkaitan degan kawasan gunung api. Beberapa laporan menunjukkan bahwa aktivitas swarm juga dapat terjadi di kawasan non-vulkanis. Swarm juga dapat terjadi di kawasan dengan karakteristik batuan yang rapuh yang terbangun medan tegangan, sehingga mudah terjadi retakan (fractures).

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemarau Meluas, Bali dan Nusa Tenggara Alami Hari Tanpa Hujan

57 tahun lalu

Update Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, 1.074 Rumah Rusak, 73 Luka-Luka dan 1 Tewas

57 tahun lalu

6 Fakta Gempa Dangkal M6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Nomor 4 Picu Kerusakan Massif

57 tahun lalu

Gempa Bumi Terkini Guncang Jantho Aceh Besar, Cek Magnitudonya!

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Karanganyar Jateng, Cek Kekuatan Magnitudonya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal