Jokowi dan 100.000 Anggota Banser Hadiri Maulid Nabi di Pekalongan

Kastolani Marzuki
Barisan Ansor Serbaguna (Banser). (Foto: dok iNews)

"Dengan demikian Maulid Nabi tidak menjadi sekadar peringatan, namun bermakna sebuah tatanan kehidupan yang perlu diwujudkan melalui cara-cara baik serta menjunjung tinggi aspek kemanusiaan," ucapnya.


Menurut Gus Yaqut, melihat dinamika seperti yang terjadi di Timur Tengah belakangan ini, dunia membutuhkan sosok-sosok pahlawan yang bisa mewujudkan kedamaian global. Namun masalahnya, sulit sekali menemukan sosok yang mampu menyelesaikan konflik-konflik tersebut.

Indonesia, justru memiliki peluang menjadi pahlawan dunia karena memiliki inspirasi-inspirasi dari pahlawan yang dulu berjuang memerdekaan negeri ini.

"Termasuk para kader Banser dan Ansor. Kita memiliki inspirasi-inspirasi kepahlawanan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Sebab itu, acara ini mengambil inspirasi keteladanan dan kepahlawanan Rasulullah," katanya.

Gus Yaqut mengungkapkan, peringatan Maulid Nabi dan Hari Pahlawan kali ini juga tepat untuk mengingatkan kembali pentingnya bangsa Indonesia untuk menghormati antara satu dengan yang lainnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sadis! Ibu di Pekalongan Dianiaya Anak Kandung hingga Tewas

57 tahun lalu

May Day, Buruh Pekalongan Gelar Apel dan Doa Bersama di Monumen Juang

57 tahun lalu

3 Korban Ledakan Petasan di Pekalongan, 1 Remaja Tewas Usai Dirawat di RS

57 tahun lalu

Dramatis! Tas Pemudik Tertinggal di Bus, Polisi Kejar dan Temukan hingga Pekalongan

57 tahun lalu

17 Pemudik Telantar di Rest Area usai Paksa Turun dari Bus Mudik Gratis, Polisi Turun Tangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal