Kasus Covid-19 Naik, Perajin Peti Mati di Sukoharjo Kewalahan Layani Pesanan

Ary Wahyu Wibowo
Perajin peti mati di Sukoharjo saat mengerjakan pesanan yang meningkat. Foto: Ist.

Disampaikan Suryanto, kenaikan permintaan memicu kelangkaan bahan baku kayu yang digunakan untuk membuat. Pasokan mulai tersendat dan harganya juga ikut naik. Selain itu, kain mori pembungkus peti mati mulai langka. Stok toko penyedia kain mori kosong karena tingginya permintaan. 

Menyiasati kondisi ini, banyak perajin akhirnya membuat peti dengan model sederhana dan polos tanpa motif wiru (semok). Selain memangkas waktu pengerjaan, juga bisa menghemat kain pembungkus peti. 

"Permintaan akhirnya yang sederhana agar pengerjaannya cepat," katanya. 

Dia mengaku kesulitan menambah produksi karena terkendala tenaga kerja. Pembuat peti saat ini berstatus dipekerjakan oleh pelaku usaha sejenis. Sebab, ramainya permintaan peti mati terjadi di semua tempat. Kenaikan permintaan, turut mengakibatkan kenaikan harga peti mati dari sekitar Rp550.000 menjadi Rp650.000. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
10 jam lalu

Bareskrim Bongkar Praktik Judi Kasino di Sukoharjo, 30 Orang Jadi Tersangka

11 hari lalu

Pesepeda Ontel Tewas Tertabrak Kereta Api Batara Kresna di Sukoharjo, Terpental 40 Meter

1 bulan lalu

Terungkap! Penyebab Kematian Dokter Internship UI di Metro Lampung karena Sakit

1 bulan lalu

Kecelakaan di Sukoharjo, Pemotor Tewas Tertabrak Truk Diduga Terobos Lampu Merah

2 bulan lalu

ASN Bangkalan Ditemukan Tewas di Bandara Juanda Diduga Hamil, Ini Penjelasan Tim Forensik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal