Kasus Ketua Yayasan Diduga Cabuli Santri di Banjarnegara, Ini Temuan Baru Polisi

Angga Rosa
Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto saat memberikan keterangan pers terkait kasus pencabulan, Rabu (31/8/2022). Foto: Ist.

BANJARNEGARA, iNews.id – Temuan baru muncul terkait kasus dugaan pencabulan terhadap santri yang diduga dilakukan oknum ketua yayasan pendidikan di Kabupaten Banjarnegara. Yayasan Pendidikan yang diampu tersangka SAW alias JS (32) ternyata bukan pondok pesantren. 

“Kami sudah melakukan klarifikasi dengan Kemenag (Kementerian Agama) Banjarnegara, bahwa tempat kejadian yang awalnya kami sangka sebagai pondok pesantren ternyata tidak terdaftar di Kemenag Banjarnegara," kata Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto, Kamis (1/9/2022).

“Jadi bukan pondok pesantren, akan tetapi yayasan di Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara,” ujarnya.

Kapolres menjelaskan, di dalam yayasan pendidikan tersebut terdapat aktivitas proses belajar mengajar ala pondok pesantren. 

“Jadi memang di dalam yayasan ada proses belajar mengajar layaknya di pondok pesantren, dimana terdapat santri dan ustaz. Namun legalilatasnya belum dapat dari Kemenag, sehingga tidak dapat disebut pondok pesantren,” ujarnya.

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
4 hari lalu

Kasus 4 Santri Terbakar di Lombok Tengah NTB, 2 Orang Ditetapkan Tersangka

4 hari lalu

Pelatih Renang di Kendari Ditangkap, Diduga Cabuli 4 Murid Laki-Laki Sesama Jenis

5 hari lalu

LPA Mataram Buka Suara soal Santri Korban Pembakaran Dicegat Temui Densu di Jakarta

5 hari lalu

Viral Santri Korban Pembakaran di Lombok Tengah Dicegat Temui Densu di Jakarta

7 hari lalu

Tragedi Santri Tewas Dibakar Senior di Lombok Tengah, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal