Kepala LKPP Ungkap Proses Pengadaan Termonitor: Jangan Ada Lagi yang Main-main!

Dimas Yuli
Kepala LKPP RI, Hendrar Prihadi saat membuka kegiatan workshop peningkatan konsolidasi pengadaan yang dihadiri oleh perwakilan BLUD se-Jawa Tengah, di Kudus. (IST)

KUDUS, iNews.id - Kepala LKPP RI, Hendrar Prihadi mengungkapkan jika potensi penyelewengan dalam aktivitas pengadaan barang dan jasa telah terpetakan dengan jelas. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan workshop peningkatan konsolidasi pengadaan yang dihadiri oleh perwakilan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) se-Jawa Tengah, di Kudus, Selasa (31/10).

"Wilayah mana, oknumnya siapa, biasanya seperti apa, itu sudah terpetakan dengan jelas. Maka jangan ada lagi yang main-main," tegas pria yang akrab disapa Hendi ini. 

Mantan Walikota Semarang dua periode itu pun mengatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya memonitor setiap aktivitas pengadaan barang /jasa yang dilakukan. Untuk itu dirinya meminta untuk seluruh pihak jeli sebelum mengambil keputusan dalam pengadaan, karena semua aktivitas yang dilakukan terekam. 

"Walaupun anda yakin yang dipilih sudah paling sesuai, anda harus bandingkan dengan harga pasar. Jadi semangatnya harus belanja seirit-iritnya untuk manfaat sebesar-besarnya," katanya.

Untuk itu Hendi mendorong seluruh pihak yang terkait dengan pengadaan, termasuk BLUD di Jawa Tengah untuk mengupayakan strategi konsolidasi pengadaan. Dia mencontohkan konsolidasi pengadaan seragam sekolah dan pakaian dinas di Provinsi Jawa Tengah yang telah terlaksana.

 "Hasilnya luar biasa, bisa ada total penghematan atau efisinsi sampai 59 persen," jelasnya. "Dadi iki duit negoro ojo dikeceh - keceh (Jadi ini duit negara jangan dibuat mainan)," ujarnya.

Terakhir, Hendi juga berharap melalui workshop yang diselengarakan oleh LKPP RI, seluruh pihak yang terkait pengadaan di BLUD se-Jawa Tengah bisa lebih memaknai pengadaan sebagai instrumen untuk menggerakkan perekenomian nasional maupun lokal. "Mari kita samakan hati dan pikiran kita terkait dengan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah," pintanya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kekeringan Mulai Landa Cilacap Jateng, 2 Desa Krisis Air Bersih

57 tahun lalu

Cerita Nenek Tukang Parkir di Brebes Gagalkan Rampok Pecah Kaca Hendak Ambil Uang Rp3,6 Miliar

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Karanganyar Jateng, Cek Kekuatan Magnitudonya!

57 tahun lalu

Mayat Perempuan Membusuk Ditemukan di Selokan Pinggir Jalan Arteri Weleri Kendal

57 tahun lalu

Sragen Gempar! Siswi SD Berseragam Pramuka Tewas dalam Rumah, Ibu Histeris

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal