Keripik Tempe Buatan Warga Pekalongan Ini Laris Manis di Tengah Mahalnya Harga Kedelai

Suryono Sukarno
Proses pembuatan keripik tempe tepung milik Winasih dan Winoto, warga Desa Donowangun Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan. (iNews/Suryono Sukarno)

Tempe berbentuk bulat yang sudah jadi, lalu diiris tipis- tipis sekitar 2 milimeter dan diameter 5 cm. Setelah diberi bumbu bawang dan ketumbar serta garam , digoreng hingga kering.

Hasil olahan ini lalu dikemas di plastik dan dipasarkan di daerah sekitar Pekalongan,  Batang dan Pemalang. Keripik ini juga  untuk oleh- oleh ke luar kota seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan lainnya.

“Yang istimewa dari keripik ini lebih kriuk dari keripik-keripik lain yang ada di pasaran. Karena lebih kering, tak ada minyak, tanpa pengawet,” kata Winarsih, Minggu (30/5/2021).

“Saya berharap semoga keripik tempe ini bisa (dipasarkan) ke seluruh Indonesia dan mancanegara,” katanya. “Usaha keripik tempe ini sudah 1.5 tahun. Kendala saat ini kedelai mahal sekali. Jadi saya harap kedelai harus segera diturunkan. Segera penjualan kita bisa semakin bagus,” ujar Winoto. 

“Untuk menaikkan harga kami belum berani. Soalnya konsumen bisa kaget dengan harga yang berubah-ubah,” ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
13 hari lalu

Kecelakaan di Pantura Batang, Sopir Diduga Mengantuk Tabrak Truk Mogok

17 hari lalu

Ngeri! Penjual Sayur Keliling di Kebumen Dibacok Warga, Luka di Leher dan Tangan

22 hari lalu

Dijanjikan jadi LC, 4 Gadis Pekalongan Kabur usai Dipaksa Layani Pria Hidung Belang

23 hari lalu

Mayat Pria Ditemukan di Pinggir Jalan Grobogan, Warga asal Ciamis

24 hari lalu

Truk Kontainer Bawa Paket Terbakar di Tol Solo-Ngawi, Api Merembet Dekati Permukiman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal