Instruksi PBNU itu disampaikan melalui surat tertanggal 16 Jumadil Akhir 1441 Hijriah atau 10 Februari 2020. Surat bernomor 3905/C.I.34/02/2020 itu ditandangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal Helmu Faishal Zaini.
“PBNU menyampaikan prihatin atas adanya musibah merebaknya wabah virus korona yang melanda saudara-saudara kita di Republik Rakyat Tiongkok dan di beberapa negara lainnya. Berkaitan dengan bencana tersebut, PBNU menginstruksikan kepada seluruh pengurus wilayah, cabang, lembaga, badan otonom dan pondok pesantren di semua tingkatan agar membacakan sholawat thibbil qulub agar wabah virus korona segera teratasi,” demikian bunyi surat PBNU.
Dalam surat itu disertakan lampiran bacaan Salawat Thibbil Qulub. Berikut Lafaz salawatnya:
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّم
Allahumma sholli 'alaa Sayyidinaa Muhammadin thibbil qulubi wa dawa ihaa wa'aafiyatil abdaani wa shifaa ihaa wa nuuril abshoori wa dhiyaa ihaa wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa sallim.